M-NEWS.ID TEGUHKAN KOMITMEN SEBAGAI MEDIA PERJUANGAN MARWAH MELAYU, REDAKSI DIMINTA ANGKAT ISU PENDIDIKAN DAN JADI PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT
MEDAN — Media online M-News.id meneguhkan komitmennya untuk hadir bukan sekadar sebagai penyampai informasi, melainkan juga sebagai media perjuangan yang mengangkat harkat, martabat, dan marwah Melayu. Komitmen tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam rapat Dewan Pengurus dan Redaksi M-News.id yang dihadiri jajaran pembina, pimpinan, pengarah, serta para redaktur.
Rapat tersebut dihadiri Dewan Pembina Assoc. Prof. Dr. Yanhar Jamaluddin, MAP.; Pemimpin Umum sekaligus Redaktur Utama Ade Darmawan; Pengarah Redaksi Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP.; Pemimpin Redaksi HA Nuar Erde; Wakil Pemimpin Redaksi Abdul Azis, ST.; serta jajaran redaksi yang terdiri atas Tengku Rizqan B.Mus.Ed., M.Sn.; Ismail Marzuki, S.Pd.I.; Abdul Hafiz, S.Ag., MA.; dan Ir. Tauhid Ichyar, MT.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat arah kebijakan redaksi, memperjelas identitas media, serta menyatukan visi seluruh jajaran dalam menjalankan fungsi pers di tengah perkembangan era digital. M-News.id diharapkan mampu menjadi media yang memiliki karakter, keberpihakan terhadap kepentingan publik, dan kepedulian terhadap pelestarian nilai-nilai budaya Melayu.
Dengan mengusung moto “Tajam Pesan, Kuat Makna,” M-News.id diarahkan untuk menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya aktual dan informatif, tetapi juga memberikan pemahaman, membuka ruang diskusi, serta mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.
Ade Darmawan: Jadikan M-News.id sebagai Tempat Ibadah dan Penyambung Lidah Rakyat
Pemimpin Umum sekaligus Redaktur Utama M-News.id, Ade Darmawan, menegaskan bahwa seluruh jajaran media harus memandang pekerjaan jurnalistik sebagai amanah yang dijalankan dengan tanggung jawab moral, integritas, dan kesungguhan.
Menurutnya, media tidak boleh hanya mengejar kecepatan publikasi atau memenuhi ruang pemberitaan dengan informasi yang bersifat seremonial. Lebih dari itu, media harus mampu menggali persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya kelompok yang selama ini belum mendapatkan perhatian memadai.
Ade Darmawan mengajak seluruh jajaran redaksi menjadikan M-News.id sebagai tempat beribadah melalui kerja jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat, dilakukan secara profesional, serta berorientasi pada kebenaran dan kepentingan publik.
“Jadikan media online M-News.id ini sebagai tempat ibadah. Pegang teguh moto kita, ‘Tajam Pesan, Kuat Makna’. Setiap berita yang kita terbitkan harus memiliki nilai, memberikan pencerahan, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengangkat isu-isu yang selama ini seolah terendam dan belum memperoleh perhatian luas, terutama persoalan pendidikan di Sumatera Utara.
Menurut Ade, sektor pendidikan merupakan salah satu bidang penting yang perlu mendapatkan perhatian serius dari media. Berbagai persoalan pendidikan di daerah, mulai dari akses dan pemerataan layanan, kondisi sarana dan prasarana, kualitas pembelajaran, hingga persoalan yang menyangkut kepentingan peserta didik dan tenaga pendidik, perlu dikaji secara mendalam berdasarkan fakta.
“Angkat isu-isu yang bagaikan mengangkat batang terendam, seperti persoalan pendidikan di Sumatera Utara. Jadikan media ini sebagai penyambung lidah rakyat. Kita harus melakukan studi dan investigasi soal pendidikan di berbagai daerah di Sumatera Utara,” tegas Ade.
Ia berharap para wartawan dan redaktur tidak berhenti pada pemberitaan permukaan, tetapi berani melakukan penelusuran, mengumpulkan data, meminta keterangan pihak terkait, serta menyajikan persoalan secara utuh dan berimbang.
Melalui pendekatan tersebut, M-News.id diharapkan mampu berkontribusi dalam mendorong keterbukaan informasi dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap berbagai kebijakan publik.
Ade juga mengingatkan bahwa setiap kerja investigasi harus dilakukan secara bertanggung jawab, mengedepankan verifikasi, menghormati hak jawab, dan berpegang pada kode etik jurnalistik. Dengan demikian, keberanian mengangkat persoalan publik tetap berjalan seiring dengan profesionalisme pers.
Dr. H. Sakhyan Asmara: Harkat, Martabat, dan Marwah Melayu Harus Dijaga
Pengarah Redaksi M-News.id, Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP., menyoroti pentingnya menjaga identitas, nilai adat, serta kebudayaan Melayu di tengah derasnya perubahan sosial dan perkembangan teknologi informasi.
Menurut Sakhyan, Melayu tidak semata-mata dipahami sebagai identitas kesukuan. Melayu juga memiliki tradisi, adat istiadat, sistem nilai, serta warisan kebudayaan yang membentuk karakter masyarakatnya. Dalam sejarah dan kehidupan sosialnya, nilai-nilai Islam turut menjadi bagian penting dari identitas dan tradisi Melayu.
“Melayu itu bukan sekadar suku. Melayu itu adalah adat, entitas, dan etnis yang bernafaskan Islam. Oleh sebab itu, harkat, martabat, dan marwahnya harus terus dijaga,” ujar Sakhyan.
Ia menegaskan bahwa upaya menjaga marwah Melayu harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk merawat bahasa, tradisi, sejarah, kesenian, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurutnya, media memiliki peran penting dalam mendokumentasikan kekayaan budaya tersebut sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda. Di tengah arus globalisasi, pemberitaan mengenai kebudayaan lokal perlu mendapatkan ruang yang memadai agar tidak tersisih oleh derasnya informasi yang beredar di ruang digital.
Sakhyan mengingatkan bahwa kehilangan penghargaan terhadap harkat, martabat, dan marwah Melayu dapat melemahkan pemahaman generasi penerus terhadap jati diri dan akar kebudayaannya.
“Hilang harkat, martabat, dan marwah Melayu berarti hilanglah jati diri Melayu sebagai sebuah entitas yang berada di muka bumi ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada seluruh jajaran redaksi agar menjadikan prinsip adat dan agama sebagai pedoman moral dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Saya berpesan kepada seluruh redaksi, bekerjalah dengan Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah. Jaga integritas, jaga independensi, tetapi jangan pernah netral kalau marwah Melayu dipertaruhkan. Kita harus memilih berdiri di garda depan dan bersuara lantang untuk keadilan, kebenaran, dan untuk kemuliaan orang Melayu di Bumi Melayu ini,” pungkas Sakhyan.
Pesan tersebut menekankan pentingnya keberanian media dalam membela nilai-nilai kebudayaan dan kepentingan masyarakat. Namun, keberpihakan terhadap pelestarian budaya dan keadilan tetap perlu dijalankan dengan mengedepankan fakta, menghormati keberagaman, serta memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berkaitan untuk menyampaikan penjelasan.
Yanhar Jamaluddin: M-News.id Harus Memiliki Identitas dan Keberpihakan yang Jelas
Dewan Pembina M-News.id, Assoc. Prof. Dr. Yanhar Jamaluddin, MAP., menegaskan perlunya spesifikasi dan identitas yang jelas bagi M-News.id agar kehadirannya dapat memberikan makna bagi pembaca.
Menurut Yanhar, sebuah media perlu memiliki karakter dan arah pemberitaan yang dapat dikenali masyarakat. Identitas tersebut tidak cukup hanya ditampilkan melalui nama, logo, atau slogan, tetapi harus tercermin dalam pilihan isu, kedalaman laporan, konsistensi pemberitaan, serta tanggung jawab redaksi terhadap informasi yang disampaikan.
“M-News.id jangan menjadi media yang abu-abu. Harus jelas keberpihakannya, yaitu keberpihakan kepada kebenaran dan kepada kemuliaan Melayu,” ujar Yanhar.
Ia memandang bahwa kejelasan identitas akan membantu media membangun kepercayaan pembaca. Dalam situasi ketika informasi beredar begitu cepat melalui berbagai platform digital, media dituntut mampu membedakan dirinya melalui kualitas jurnalistik, ketepatan informasi, dan keberanian mengangkat persoalan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Yanhar juga menekankan bahwa keberpihakan kepada kebenaran harus menjadi prinsip utama dalam setiap proses pemberitaan. Informasi yang diterbitkan perlu didukung data dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, sementara setiap persoalan yang melibatkan kepentingan publik harus disajikan secara cermat dan proporsional.
Dengan identitas yang jelas, M-News.id diharapkan mampu membangun hubungan yang lebih kuat dengan pembacanya, sekaligus memberikan kontribusi bagi perkembangan kebudayaan Melayu, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Sumatera Utara.
Abdul Hafiz: Media Perjuangan Harus Dibuktikan melalui Kerja Nyata
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Mabes News.Net, Datuk Abdul Hafiz, S.Ag., MA., menyampaikan pandangannya mengenai penetapan M-News.id sebagai media perjuangan untuk mengangkat harkat, martabat, dan marwah Melayu.
Menurut Datuk Abdul Hafiz, komitmen tersebut merupakan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, konsistensi pemberitaan, serta kepedulian terhadap persoalan sosial, kebudayaan, pendidikan, dan kehidupan masyarakat secara luas.
Ia menilai bahwa predikat sebagai media perjuangan tidak cukup hanya menjadi slogan atau pernyataan dalam forum rapat. Komitmen itu harus terlihat dalam produk jurnalistik yang dihasilkan, keberanian mengangkat aspirasi masyarakat, ketekunan melakukan penelusuran fakta, serta kesediaan memberikan ruang kepada persoalan yang membutuhkan perhatian publik.
“Penetapan M-News.id sebagai media perjuangan untuk mengangkat harkat, martabat, dan marwah Melayu merupakan komitmen yang perlu diwujudkan melalui kerja nyata, konsistensi pemberitaan, serta kepedulian terhadap persoalan sosial, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat,” ujar Datuk Abdul Hafiz.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus perubahan pada era digitalisasi saat ini, seluruh entitas media harus mampu bergerak, berjuang, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berkomunikasi, dan menyampaikan aspirasi.
Karena itu, media dituntut tidak hanya mengandalkan pola kerja konvensional, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi, mengembangkan kualitas konten, serta memperluas jangkauan informasi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.
“Media tidak cukup hanya hadir sebagai penyampai berita, tetapi juga harus mampu menjalankan fungsi edukasi, kontrol sosial, serta memberikan ruang bagi aspirasi masyarakat,” lanjutnya.
Menurut Datuk Abdul Hafiz, fungsi edukasi dapat dijalankan dengan menghadirkan berita yang memberikan pemahaman kepada pembaca, menjelaskan konteks suatu persoalan, dan membantu masyarakat membedakan informasi yang terverifikasi dari kabar yang belum terbukti.
Sementara itu, fungsi kontrol sosial harus dilaksanakan melalui pengawasan terhadap persoalan publik berdasarkan fakta dan kepentingan masyarakat. Kritik yang disampaikan media hendaknya diarahkan pada perbaikan, transparansi, dan akuntabilitas, bukan sekadar membangun polemik.
Ia juga menilai bahwa kebudayaan Melayu membutuhkan ruang pemberitaan yang konsisten. Berbagai kegiatan adat, sejarah lokal, pemikiran tokoh budaya, perkembangan seni, hingga persoalan yang dihadapi masyarakat Melayu perlu didokumentasikan dan diberitakan secara berkesinambungan.
Dengan demikian, media dapat berperan sebagai penghubung antara generasi terdahulu dan generasi muda, sekaligus menjadi ruang untuk merawat pengetahuan dan nilai-nilai kebudayaan.
Datuk Abdul Hafiz berharap M-News.id dapat mengembangkan kerja sama yang positif dengan berbagai elemen masyarakat, organisasi kebudayaan, kalangan pendidikan, akademisi, serta komunitas lokal dalam rangka memperkaya perspektif pemberitaan.
Ia menekankan bahwa kolaborasi tersebut perlu tetap menjaga independensi redaksi. Hubungan yang baik dengan berbagai pihak hendaknya digunakan untuk memperluas akses informasi dan memperdalam pemahaman terhadap persoalan, bukan mengurangi kebebasan media dalam menjalankan tugasnya.
Tantangan Media Digital: Menjaga Integritas di Tengah Arus Informasi
Rapat Dewan Pengurus dan Redaksi M-News.id juga mencerminkan tantangan yang dihadapi media online dalam menjalankan perannya di tengah perkembangan teknologi informasi.
Kecepatan menjadi salah satu tuntutan utama dalam dunia pemberitaan digital. Namun, kecepatan tanpa verifikasi dapat menimbulkan kesalahan informasi dan merugikan pihak-pihak yang diberitakan. Oleh sebab itu, kualitas jurnalistik tetap harus menjadi dasar dalam setiap tahapan kerja redaksi.
M-News.id diharapkan mampu membangun sistem kerja yang mendorong koordinasi antarpimpinan, redaktur, dan wartawan, mulai dari perencanaan liputan, pengumpulan data, pemeriksaan fakta, penyuntingan, hingga publikasi.
Setiap laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran, persoalan pelayanan publik, atau kebijakan pemerintah perlu disusun berdasarkan bukti yang memadai. Konfirmasi kepada pihak terkait, pencantuman sumber yang jelas, serta pemberian kesempatan untuk menyampaikan hak jawab merupakan bagian penting dari proses tersebut.
Langkah ini diperlukan agar media dapat menjalankan fungsi kontrol sosial tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
Di sisi lain, M-News.id memiliki peluang untuk memperkuat pemberitaan mengenai pendidikan dan kebudayaan di Sumatera Utara. Kedua bidang tersebut dapat menjadi ruang kerja jurnalistik yang berkelanjutan, dengan mengangkat persoalan dari berbagai kabupaten dan kota, termasuk suara masyarakat di wilayah yang jarang mendapatkan perhatian media.
Pemberitaan tidak hanya diarahkan untuk mengungkap persoalan, tetapi juga menggali akar masalah, menghadirkan pandangan para ahli, menelusuri kebijakan yang berlaku, serta mengawal perkembangan penyelesaiannya.
Dengan pendekatan tersebut, media dapat memberikan kontribusi yang lebih bermakna bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan pembaca.
Mengangkat Marwah Melayu melalui Jurnalistik yang Bertanggung Jawab
Komitmen M-News.id sebagai media perjuangan Melayu juga membawa tanggung jawab untuk menyampaikan informasi mengenai identitas dan kebudayaan Melayu secara mendalam, objektif, dan berkelanjutan.
Pelestarian marwah Melayu tidak hanya berkaitan dengan simbol dan kegiatan seremonial, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap adat, bahasa, sejarah, karya budaya, pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat.
Media dapat berperan mendokumentasikan pemikiran tokoh-tokoh Melayu, mengangkat kiprah generasi muda, memperkenalkan tradisi lokal, dan memberikan ruang bagi diskusi mengenai masa depan kebudayaan Melayu.
Pada saat yang sama, semangat memperjuangkan kemuliaan Melayu dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap suku, agama, budaya, dan kelompok masyarakat lainnya. Dengan menjunjung nilai keadilan, keterbukaan, dan saling menghormati, pemberitaan kebudayaan dapat menjadi jembatan komunikasi yang memperkuat kehidupan bersama.
Di sinilah moto “Tajam Pesan, Kuat Makna” diharapkan tidak berhenti sebagai identitas publikasi, tetapi menjadi pedoman dalam menghasilkan karya jurnalistik yang kritis, mendalam, dan memiliki manfaat nyata.
M-News.id Diharapkan Konsisten Mengawal Kepentingan Publik
Melalui rapat tersebut, jajaran pimpinan, pembina, pengarah, dan redaksi M-News.id menegaskan pentingnya kesamaan visi dalam membangun media yang memiliki karakter dan kepedulian terhadap masyarakat.
Arahan Ade Darmawan mengenai penguatan liputan pendidikan, pesan Dr. H. Sakhyan Asmara tentang penjagaan marwah Melayu, penegasan Yanhar Jamaluddin mengenai identitas media, serta pandangan Datuk Abdul Hafiz tentang pentingnya kerja nyata menjadi bagian dari dorongan untuk memperkuat arah pemberitaan M-News.id.
Ke depan, tantangan utama terletak pada kemampuan menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam kerja jurnalistik yang konsisten. Diperlukan perencanaan liputan yang matang, peningkatan kapasitas wartawan, verifikasi yang ketat, serta keberanian mengangkat persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
M-News.id diharapkan mampu menjadi ruang informasi, edukasi, dan aspirasi publik yang memberikan perhatian terhadap pendidikan, kebudayaan, persoalan sosial, serta perkembangan masyarakat Melayu di Sumatera Utara.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah media tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat berita diterbitkan atau seberapa luas jangkauan pembacanya, tetapi juga oleh kualitas informasi, integritas redaksi, dan manfaat pemberitaan bagi masyarakat.
Dengan berpegang pada moto “Tajam Pesan, Kuat Makna,” M-News.id diharapkan terus membangun tradisi jurnalistik yang kritis, bertanggung jawab, dan berpihak pada kebenaran, sembari menjaga harkat, martabat, dan marwah Melayu melalui karya nyata yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
M-News.id — Tajam Pesan, Kuat Makna.

